The Relationship Between Stress Levels And Mensteual Cycle Irregularities In Teenagers In High School 1 In 2026

Hubungan Tingkat Stres Dengan Ketidakteraturan Siklus Menstruasi Pada Remaja Di SMAN 1 Pebayuran Tahun 2026

Authors

  • Widiya Apriliyani Author
  • Lusi Noviyanti Author
  • Noor Lusti Putri Author

Keywords:

Tingkat Stres, Ketidakteraturan Siklus Menstruasi, Remaja.

Abstract

Latar Belakang: Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat berkaitan dengan perubahan siklus menstruasi pada remaja. Tekanan akademik, pertemanan, keluarga, aktivitas sehari-hari, dan kurangnya waktu istirahat dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja. Studi pendahuluan pada 10 siswi di SMAN 1 Pebayuran menunjukkan bahwa 7 siswi mengalami perubahan siklus menstruasi dalam dua bulan terakhir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 1 Pebayuran Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 256 siswi yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan DASS-42 dan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Pearson Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian: Mayoritas responden mengalami stres sedang sebanyak 147 siswi (57,4%), sedangkan 109 siswi (42,6%) mengalami stres ringan dan tidak terdapat siswi dengan stres berat. Sebanyak 186 siswi (72,7%) memiliki siklus menstruasi tidak teratur dan 70 siswi (27,3%) teratur. Uji Pearson Chi-Square memperoleh p-value = 0,041 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan antara tingkat stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 1 Pebayuran. Saran: Remaja diharapkan mampu mengelola kecemasan melalui relaksasi sederhana, seperti mendengarkan musik yang menenangkan.

Downloads

Published

2026-10-17