The Relationship Between Anxiety Levels And Dysmenorrhea Among Adolescents At Sma Negeri 1 Pebayuran In 2026
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Dismenore Pada Remaja Di SMA Negeri 1 Pebayuran Tahun 2026
Keywords:
Tingkat kecemasan, dismenore, remaja putri.Abstract
Latar Belakang: Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi psikologis seperti kecemasan dapat memengaruhi persepsi dan intensitas nyeri menstruasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan dismenore pada remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 228 siswi kelas XI dan jumlah sampel sebanyak 145 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sedangkan dismenore diukur menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Tingkat kecemasan terdiri dari kategori ringan sebanyak 60 responden (41,4%), sedang sebanyak 26 responden (17,9%), dan berat sebanyak 59 responden (40,7%). Dismenore terdiri dari tidak nyeri sebanyak 8 responden (5,5%), ringan sebanyak 43 responden (29,7%), sedang sebanyak 63 responden (43,4%), dan berat sebanyak 31 responden (21,4%). Sebanyak 137 responden (94,5%) mengalami dismenore. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi (rs) = 0,711, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan hubungan kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan dismenore pada remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran tahun 2026. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin berat kecenderungan nyeri menstruasi. Saran: Remaja diharapkan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola kecemasan serta nyeri menstruasi.
References
Amalia. (2024). Perkembangan Masa Remaja. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan dan Humaniora, 3(2), 259–273. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v3i2.1578
Barrett, et al. (2021). Diagnosis dan Tata Laksana Dismenore Primer. Cermin Dunia Kedokteran, 49(4), 201–206. https://doi.org/10.55175/cdk.v49i4.219
Chen, X., Qi, H., Liu, R., Feng, Y., Li, W., Xiang, M., Cheung, T., Jackson, T., Wang, G., & Xiang, Y.-T. (2021). Depression, anxiety and associated factors among Chinese adolescents during the COVID-19 outbreak: A comparison of two cross-sectional studies. Translational Psychiatry, 11(148), 1–8.
Dewi, S., & Lestari, L. (2024). Pengetahuan dan kecemasan berhubungan dengan kejadian dismenorhea pada remaja putri di SMK Muhammadiyah I Purwokerto. Jurnal Promotif Preventif, 7(1), 178–184.
Jaleel. (2022). Pengaruh terapi akupresur terhadap intensitas nyeri dismenore. Holistik Jurnal Kesehatan, 16(3), 263–269. https://doi.org/10.33024/hjk.v16i3.7290
Khairunnisa, R. F., & Boediman, L. M. (2024). Dampak pelatihan regulasi emosi menggunakan pendekatan terapi kognitif perilaku terhadap tingkat kecemasan pada remaja. Jurnal Diversita, 10(2), 190–201.
Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., Cashion, K., Alden, K. R., & Olshansky, E. (2020). Cuidados en Enfermería Materno-Infantil. Elsevier Health Sciences.
Martina. (2022). Determinan faktor penyebab dismenore pada remaja. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(1), 123–130. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v2i1.1504
Mukhtar. (2021). Tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, 2(2), 208–218. https://doi.org/10.62383/katalis.v2i2.1670
Nugraheni. (2022). Dismenorea dan dampaknya terhadap aktivitas sekolah pada remaja. Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), 3(1), 81–87. https://doi.org/10.36590/kepo.v3i1.307
Nuriah, & Kamilah. (2021). Nyeri dismenore pada remaja puteri. Indonesia Journal of Midwifery Sciences, 1(1), 12–19. https://doi.org/10.53801/ijms.v1i1.3
Rahmawati, K. (2021). Prevalensi dan gambaran karakteristik dismenorea pada remaja. Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive Health, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.53088/griyawidya.v1i1.104
Sari, D., Nurdin, A. E., & Defrin, D. (2021). Hubungan stres dengan kejadian dismenore primer pada mahasiswi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(2), 567–570. https://doi.org/10.25077/jka.v4i2.301
Stuart, G. W. (2022). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart (11th ed.). Elsevier Health Sciences.
Subhaktiyasa, P. G. (2024). Evaluasi validitas dan reliabilitas instrumen penelitian kuantitatif: Sebuah studi pustaka. Journal of Education Research, 5(4). https://doi.org/10.37985/jer.v5i4.1747
Wati. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore. Kesehatan Komunitas Indonesia, 17(2), 248–256.