The Relationship Between Social Media Use And Stress Levels Among Adolescents At SMAN 2 Cikarang Barat
Hubungan Tingkat Penggunaan Media Sosial Dengan Tingkat Stres Pada Remaja Di SMAN 2 Cikarang Barat
Keywords:
Penggunaan media sosial, tingkat stres, remaja.Abstract
Latar Belakang: Latar Belakang: Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja. Berdasarkan data WHO, sebanyak 11% remaja menunjukkan penggunaan media sosial yang bermasalah, meningkat dari 7% pada tahun 2018, dan 36% remaja melaporkan selalu berhubungan dengan teman secara daring. Penggunaan media sosial yang tinggi dan sulit dikendalikan dapat berkaitan dengan kondisi psikologis, salah satunya stres. Remaja juga menghadapi tekanan akademik, hubungan dengan teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sosial. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat penggunaan media sosial dengan tingkat stres pada remaja di SMAN 2 Cikarang Barat. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri atas 132 siswa kelas X SMAN 2 Cikarang Barat. Instrumen penelitian menggunakan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) untuk mengukur tingkat penggunaan media sosial dan Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Dari 132 responden, sebanyak 52 responden (39,4%) memiliki tingkat penggunaan media sosial kategori tinggi, sedangkan tingkat stres terbanyak berada pada kategori sedang, yaitu 61 responden (46,2%). Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai p=0,001 (p<0,05), menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat penggunaan media sosial dengan tingkat stres pada remaja. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat penggunaan media sosial dan tingkat stres pada remaja di SMAN 2 Cikarang Barat. Semakin tinggi penggunaan media sosial, semakin tinggi kecenderungan tingkat stres responden. Saran: Remaja diharapkan membatasi waktu penggunaan media sosial dan meningkatkan kemampuan mengelola tekanan agar dapat menghadapi berbagai masalah dengan lebih baik secara sehat dan bijak. Kata Kunci: Penggunaan media sosial, tingkat stres, remaja.
References
Fitriani, Kurniawan, Mandira, & Sirait. (2023). Korelasi intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja di SMPN 22 Tangerang Selatan.
Gunawan, Anggraeni, & Nurrachmawati. (2021). Hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat stres pada mahasiswa.
Keles, B., McCrae, N., & Grealish, A. (2020). A systematic review: The influence of social media on depression, anxiety and psychological distress in adolescents. International Journal of Adolescence and Youth.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Informasi kesehatan mental dan penggunaan media sosial pada remaja.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2022). Status Literasi Digital Indonesia 2022.
Kembaren. (2022). Penggunaan media sosial dan dampaknya terhadap kesehatan jiwa. Kurniawati, & Handayani. (2022). Tahap perkembangan remaja dan
karakteristiknya.
Manik, Nisa, & Gannika. (2024). Pengaruh media sosial terhadap kesejahteraan mental remaja.
Muhafilah, & Suwarningsih. (2021). Hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat stres pada remaja.
Muhith. (2021). Konsep dasar stres dan keperawatan kesehatan jiwa.
Nasution. (2021). Faktor-faktor penyebab stres pada remaja.
Notoatmodjo. (2020). Metodologi penelitian kesehatan.
Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan.
Polit, & Beck. (2021). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice.
Sampasa-Kanyinga, & Lewis. (2020). Frequent use of social networking sites and psychological distress among adolescents. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking.
Sari, & Febriana. (2023). Faktor psikososial dan tingkat stres pada remaja.
Siburian, T. R. D., & Ricky, D. P. (2024). Hubungan kecanduan media sosial dengan kesehatan mental remaja di SMA Negeri 1 Parongpong. Klabat Journal of Nursing, 6(1), 81.
https://doi.org/10.37771/kjn.v6i1.1084
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D.
World Health Organization Regional Office for Europe. (2024). A focus on adolescent social media use and gaming in Europe, Central Asia and Canada.