The Relationship Between Self-Efficacy And Medication Adherence Among Pulmonary Tuberculosis Patients At Karang Mukti Public Health Center
Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tb Paru Dipuskesmas Karang Mukti
Keywords:
Efikasi Diri, Kepatuhan Minum Obat, Tuberkulosis ParuAbstract
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit infeksi menular yang memerlukan pengobatan jangka panjang (minimal 6 bulan). Ketidakpatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, kekambuhan, hingga timbulnya Multi-Drug Resistant TB (TB-MDR). Efikasi diri merupakan keyakinan internal pasien yang menjadi pendorong utama untuk mempertahankan perilaku sehat dan disiplin dalam menjalani regimen terapi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB Paru di Puskesmas Karangmukti. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru di Puskesmas Karangmukti. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner efikasi diri dan kuesioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Uji hipotesis dilakukan secara bivariat menggunakan korelasi Spearman Rank (r_s). Hasil: Sebagian besar responden memiliki efikasi diri tinggi sebanyak 33 orang (66%), efikasi diri sedang 12 orang (24%), dan efikasi diri rendah 5 orang (10%). Kepatuhan minum obat responden sebagian besar berada pada kategori tinggi sebanyak 33 orang (66%), sedang 12 orang (24%), dan rendah 5 orang (10%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB Paru (p < 0,001; r_s = 0,912). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan berarah positif antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB Paru di Puskesmas Karangmukti. Semakin tinggi efikasi diri pasien, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan minum obatnya. Saran: Petugas kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan edukasi serta konseling berbasis penguatan efikasi diri dan memberdayakan peran keluarga sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO)
References
Dewi, S. R., Shalsabila, L. Y., Fitriah, N., & Rahmah, W. (2022). Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tb Paru Di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 7(1), 21–28. https://doi.org/10.37874/ms.v7i1.299
Sensusiati, A. D., Rosyid, A. N., & Puspitasari,
A. D. (2023). Pelatihan Kader Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Bluto sebagai Upaya Penurunan Kasus. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 329–
338.
https://doi.org/10.33860/pjpm.v4i2.17 43
Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham. (2023). Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun
2022. Kemenkes RI, 1–156. https://tbindonesia.or.id/pustaka_tbc/l aporan-tahunan-program-tbc-2021/
Prakoso, H. H., Setiawan, A., & Sadewa, D. (2020). Potensi Ekstrak Curcuma Xanthorrhiza Sebagai Terapi Pendamping Tuberkulosis. Temu Ilmiah Nasional Program Studi 242 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 1–7.
https://doi.org/10.31219/osf.io/3z8kj
Adam, L. (2020). Pengetahuan Penderita Tuberkulosis Paru Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis. Jambura Health and Sport Journal, 2(1), 12–18. https://doi.org/10.37311/jhsj.v2i1.456 0
Wahyudi, C. T. (2022). Peran efikasi dan persepsi diri dalam kepatuhan minum obat antihipertensi. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 6(2), 173.
https://doi.org/10.52020/jkwgi.v6i2.43 98
Sukirawati. (2020). Partisipasi Keluarga Menggunakan Family Folder Dalam Pengawasan Menelan Obat Pada Penderita Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Parigi Kabupaten Gowa. In Journal.Yamasi.Ac.Id (Vol. 4, Issue 1).
Kemenkes Ri. (2020). Angka Keberhasilan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Semakin Menurun.
Asmawanti, I., Mardiyaningsih, A., & Trilestari. (2022). Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antituberkulosis Pada Pasien Poli Paru Di Rsu Muhammadiyah Ponorogo Compliance Rate Of Antituberculosis Drugs Use In Pulmonary Poly Patients At Muhammadiyah Hospital Ponorogo Instalasi Farmasi Rsu Muhammadiyah Ponorogo 2 Program Studi D3.
Bakhtiar, E. (2024). PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN.
Chandra, B., Fikriana, R., & Nurbadriyah, W.
D. (2025). Ju rn a l Ke p e r a w a t a n Mu h a m m a d i y a h Faktor Risiko pada Peningkatan Kasus Multidrug-Resistant Tuberculosis ( MDR-TB ) di Indonesia : Tinjauan Literatur. 10(1), 159–167.
Dewi, E., Purba, R., & Sudirman, M. S. (2024). Persepsi pasien terhadap peran keluarga sebagai pengawas menelan obat ( PMO ) dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru.
17(9), 879–886.
Haerianti, M., & Yunding, J. (2022). “ Efikasi diri dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien TB
Paru .” 86–93.
Kusuma, A., & Firdaus, D. (2025). SEBARAN DAN FAKTOR RISIKO TUBERKULOSIS PARU DI KABUPATEN BEKASI – A REVIEW. 9, 6626–6636.
Ners, P. S., Tinggi, S., Kesehatan, I., & Nusantara, W. (2022). Program studi ners sekolah tinggi ilmu kesehatan widya nusantara palu 2022.