The Relationship Between Parental Support And Anxiety Levels In Children Aged 3–6 Years
Hubungan Dukungan Orang Tua Dengan Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) Selama Perawatan Di Ruang Rawat Inap
Keywords:
Dukungan Orang Tua, Tingkat Kecemasan, Anak Usia Prasekolah, Hospitalisasi, Family Centered CareAbstract
Latar Belakang: Hospitalisasi dapat menimbulkan kecemasan pada anak usia 3–6 tahun karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalani tindakan medis. Berdasarkan data SUSENAS, sekitar 3,21% anak mengalami gangguan kesehatan yang memerlukan rawat inap, dengan angka rawat inap di perkotaan sebesar 3,80% dan perdesaan 2,59%. Dukungan orang tua dapat membantu anak merasa aman selama perawatan. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan tingkat kecemasan anak usia 3–6 tahun selama perawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Bhakti Husada Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 45 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan orang tua dan SCAS Parent Report, kemudian dianalisis menggunakan crosceseksional. Hasil: Sebanyak 33 responden (73,3%) memperoleh dukungan orang tua baik dan 12 responden (26,7%) memperoleh dukungan kurang. Tingkat kecemasan anak terdiri dari ringan 14 anak (31,1%), sedang 21 anak (46,7%), berat 7 anak (15,6%), dan panik 3 anak (6,7%). Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan p-value = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara dukungan orang tua dengan tingkat kecemasan anak. Semakin baik dukungan orang tua, semakin rendah tingkat kecemasan anak. Saran: Orang tua diharapkan dapat meningkatkan dukungan informatif dengan mengingatkan anak untuk minum obat sesuai jadwal serta memberikan pendampingan dan rasa aman kepada anak selama menjalani perawatan, terutama ketika anak merasa gugup berada di lingkungan rumah sakit.
References
Rahmawati. (2020). Dukungan Keluarga pada Pasien Anak. Jurnal Keperawatan Indonesia.
Khayati, F. N., & Sulistyowati, A. D. (2024).
Implementation of atraumatic care reduces children’s anxiety: A cross sectional study. Indonesian Journal of Global Health Research, 6(S4), 39–46.
Sari, P. I., Pordaningsih, R., Erwinsyah, E., & Prasetya, R. D. (2023). Penerapan terapi bermain mewarnai untuk menurunkan tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak usia 3–6 tahun: Studi kasus. Jurnal Ilmiah Ners Indonesia, 4(1), 109–115.
Setyoningrum, H., Utami, Y., Narulita, S., & Rahmawati, A. (2022). Dukungan orang tua terhadap tingkat kooperatif anak toddler saat pemberian obat oral di rumah sakit. Journal of Nursing and Midwifery Sciences, 1(1).
Utami, D. S., & Lugina, D. S. (2024).
Gambaran tingkat kecemasan pada anak usia 6–12 tahun yang mengalami hospitalisasi di RSAU Dr. M. Salamun. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 4(2), 718–724
Vanny, T. N. P., Agustin, W. R., & Rizqiea, N.
S. (2020). Gambaran ketakutan anak usia prasekolah akibat hospitalisasi. Jurnal Keperawatan ’Aisyiyah, 7(2), 13–17
Sari, & Putri. (2022). Emotional Support in Children.
Sari, & Utami. (2024). Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Kecemasan Anak.
Fiteli, M. (2024). Manifestasi Kecemasan pada Anak selama Rawat Inap. Journal of Pediatric Health, 12(3), 30–42.
Handayani, R. (2022). Kecemasan pada Anak Usia Prasekolah Selama Hospitalisasi. Indonesian Journal of Pediatric Nursing, 8(1), 12–20.
Sari, & Utami. (2024). Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Kecemasan Anak.
Andriyani, A., & Darmawan, D. (2020). Dampak Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah dan Penanganannya.
JurnalKeperawatan Anak, 8(2), 112–120.
Fiteli, R. (2024). Reaksi Perilaku Anak terhadap Prosedur Invasif di Rumah Sakit. Jurnal Pediatri Indonesia, 12(1), 45–52.
Hasnani, H. (2023). Psikologi Anak dan Hospitalisasi. Jakarta: Salemba Medika.
Widiyanto, A. (2024). Dukungan Psikososial Keluarga dalam Asuhan Keperawatan.
Surakarta: Pustaka Medika.