Analysis of Delayed Umbilical Cord Clamping Duration in Newborns: Case Study of Mrs. H (G2P1A0) at the NY Independent Midwifery Practice
Analisis Durasi Penundaan Pemotongan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir: Studi Kasus Ny. H G2P1A0 di PMB NY
Keywords:
Penundaan pemotongan tali pusat, bayi baru lahir, inisiasi menyusu dini, asuhan kebidanan, studi kasusAbstract
Latar Belakang: Penundaan pemotongan tali pusat Delayed Umbilical Cord Clamping (DCC) merupakan prosedur esensial berbasis bukti yang mengalirkan darah plasenta ke bayi baru lahir. Namun, dalam praktik klinis sering kali terjadi percampuran antara durasi penundaan pemotongan tali pusat standar dengan durasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan penundaan pemotongan tali pusat pada bayi Ny. H (G2P1A0) di PMB NY, Kabupaten Bekasi, serta membandingkannya dengan standar rekomendasi WHO dan pedoman internasional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitaitif-observasional pada satu subjek (Ny. H, G2P1A0). Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi rekam medis kebidanan. Hasil: Bayi lahir secara spontan (3 Mei 2026, pukul 08.26 WIB), perempuan, menangis kuat, bugar (BB 3.070 gram, PB 48 cm). Pemotongan tali pusat ditunda hingga proses IMD selesai (durasi ±1 jam). Bayi dan ibu berada dalam kondisi hemodinamik stabil selama tindakan. Pembahasan: Terjadi kesenjangan durasi (discrepancy); penundaan yang dilakukan tergolong prolonged cord clamping (±60 menit), jauh melebihi rekomendasi berbasis bukti (1–3 menit). Meskipun tidak ditemukan komplikasi klinis mendadak pada kasus ini, pembiaran tali pusat tetap utuh selama 1 jam tidak memberikan manfaat hematologi tambahan yang signifikan dan berpotensi meningkatkan risiko ikterus neonatal serta menghambat efisiensi asuhan neonatal esensial. Kesimpulan: Terdapat ketidaksesuaian antara durasi penundaan pemotongan tali pusat di lapangan dengan standar rekomendasi WHO. Tenaga kesehatan direkomendasikan untuk membedakan secara tegas alur kerja durasi penundaan pemotongan tali pusat (1–3 menit) dan durasi IMD (≥1 jam).
References
American College of Obstetricians and Gynecologists’ Committee on Obstetric Practice. (2020). Delayed umbilical cord clamping after birth: ACOG Committee Opinion No. 814. Obstetrics & Gynecology, 136, e100–e106.
Ana Bianchi, Bo Jacobsson, Ben W. Mol, dan F. W. G. for P. B. (2021). FIGO good practice recommendations on delayed umbilical cord clamping. International Journal of Gynecology and Obstetrics, 155, 34–36.
Ardianti, F. K., Sari, R. D. P., & Utama, W. T. (2023). Perdarahan postpartum et causa atonia uteri: Literature review. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 7(2), 128–132.
Azhari, A. S. Fitriani, L... Ratnawati, L., & Hestiyana, N. (2024). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Neonatus, Bavi. Balita dan Anak Pra Sekolah. In Nuansa Fajar Cemerlang. https://books.google.co.id/books/about/ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN.html?
Fariyasni, Darnifayanti, Anidar, Rusdi Andid, Nora Sovira, H. N. H. (2025). Penjepitan Tali Pusat Tertunda Terhadap Kadar Hemoglobin dan Hematokrit pada Bayi Baru Lahir. Sari Pediatri, 27(3), 153–158.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Mamuroh, L., Sukmawati, S., & Nurhakim, F. (2021). Pelaksanaan inisiasi menyusui dini oleh penolong persalinan. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan Dan Farmasi, 21, 1–8.
Sambo, A. A., Ijaiya, M. A., Nwachukwu, D., Nwosu, I. C., Idris, H., Abdullateef, R. M., & Adewale, F. B. (2024). A randomized controlled study comparing oral misoprostol with intramuscular oxytocin in active management of third stage of labour. Obstetrics & Gynecology Science, 67(3), 279–285.
World Health Organization. (2025). Consolidated guidelines for the prevention, diagnosis and treatment of postpartum haemorrhage. World Health Organization.
World Health Organization. (2023). Optimal timing of cord clamping for the prevention of iron deficiency anaemia in infants. World Health Organization (WHO).
World Health Organization (WHO). (2022). WHO recommendations for care of the preterm or low-birth-weight infant. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization (WHO). (2023). Early initiation of breastfeeding to promote exclusive breastfeeding. World Health Organization (WHO).
Yamada, N. K.; Szyld, E.; Strand, M. L.; Finan, E.; Illuzzi, J. L.; Kamath-Rayne, B. D.; Kapadia, V. S.; Niermeyer, S.; Schmölzer, G. M.; Williams, A.; Weiner, G. M.; Wyckoff, M. H.; & Lee, H. C. (2024). 2023 American Heart Association and American Academy of Pediatrics Focused Update on Neonatal Resuscitation: An Update to the American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Pediatrics, 153(2).